Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Sekarang juga!

Minggu, 04 Oktober 2009

Nukman Luthfie Guru Terbaik Online Marketing Strategy

Mengembalikan Jati Diri BangsaNukman Luthfie adalah guru online marketing strategyku di Internet Bootcamp Bali 2009 yang diselenggarakan oleh Mas Keke dari seokita.com. Beliau adalah orang yang sangat senior dalam bisnis online dan telah mendapat pengakuan dari perusahaan-perusahaan terbesar di negeri ini yang bisa menggambarkan bobot kredibilitas seorang pebisnis kelas raksasa.
Semangat mengembalikan jati diri bangsa yang beliau sampaikan pada setiap acara tanya jawab secara langsung maupun secara online melalui twitter memberi inspirasi yang sangat kuat bagi mereka yang ingin mendapatkan ilmu online marketing terbaik.

Kebetulan dari sejak tanggal 2 hingga 4 oktober 2009, beliau membuka kesempatan untuk sesi tanya jawab melalui twitter yang penggalan isinya adalah sebagai berikut:

3. @roniyuzirman: Apa 3 strategi utama (prioritas) utk membangun webstore yg sukses?

a. masalah utama web store di Indonesia adalah TRUST, jadi fokuskan di sini dulu, dengan membangun kepercayaan
b. barangnya benar2 ada, diantar sampai ke tempat, diganti kalau tidak puas atau cacat, maka trust akan terbangun
c. tidak usah buru2 ekspansi mkt, layani dulu customer yg ada dan jadikan mereka yg puas sbg WOM Mkt

10. @Hantiar: bagaimana memilih produk yg tepat spya bs menang di pasar online?

a. Riset adalah cara terbaik untuk memilih produk yg memenangkan pasar
b. Online menyediakan banyak tools dan data untuk mendapat insight pasar (user), a.l Google Trend, Insight, Adwords dll
c. banyak pengusaha yang maunya sukses jualan, tapi sedikit yg mau riset. Ini yg harus dihindari

dan masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan di http://www.virtual.co.id.

Mari kita teruskan semangat dan kerja nyata untuk mengembalikan jati diri bangsa pada setiap kesempatan.

2 komentar:

  1. siang prend nengok nih...keliatannya gencar neh mengembalikan jati dirinya...ayooo hajar terus...!! :)

    BalasHapus
  2. Mari sama2 kita kembalikan jati diri bangsa!

    BalasHapus